Why should I worried?

Why should I worry about something I can't change? isn't that our power?
Why should you feel lost hope?
Kenapa juga aku harus takut kehilangan materi duniawi?
Kenapa aku gak takut kehilangan pahala yang udah dikumpulin gara gara dosa sebiji yang sengaja gw lakuin? Padahal pahala lu bakal lu bawa mati, bakal jadi tameng lu di akhirat nanti
Sometimes aku mikir, ini hidup mau dibawa kemana? Mau ngejar dunia apa ngejar akhirat? *berat uga pemikiranku kadang kadang

Btw, iya aku lagi perpus ngejar jadwal ujian tesis yang emang mepet banget. Dan kenapa tiba tiba aku nulis begini? karena tersentil temen semalem. Pas itu tanya ke dia kenapa kok aku suka gaenakan sama temen abc, suka gini gitu, terus dia jawab "Ya karena kamu takut kehilangan". Deg! Bener juga katanya, gw masih takut kehilangan materi dunia yang uda jelas jelas gak dibawa mati.  Terus kenapa aku gak selow atas proses yang aku jalanin selama ini, ya karena kurang bersyukur makanya nikmat  gak ditambah tambah sama Allah. Aku yang gak tahu malu ini terus terusan ngeluh, komplain, nangis sama Allah padahal lu dikasih hidup besok aja udah harus bersyukur.
Aku yang selalu ngeliat enaknya hidup orang lain yang keliatan gampang banget buat ini itu, padahal kita *kita?aku ding* gak tahu susahnya dia dan cobaan dia sebelum dapet itu. Padahal aku sendiri kalo dibilang gitu sama orang ya mana maulah, langsung statement pembenaran diri keluar hahaha
Bukannya semua yang gabisa km utak atik sudah diatur olehNya?
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa)[1] di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya[2]. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) - Hûud, 11: 6

So why i should worried? 

"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia "- Ali bin Abi Thalib

Benar, karena secara gak sadar aku masih menaruh harapan kepada manusia, secara gak sadar pikiranku pasti bilang "semoga bapak a masih di ruangan, semoga si mbak ini belum tutup" dan semoga semoga yang aku tujuin ke manusia lain. That's why aku masih merasa kecewa dan khawatir di semua urusan, belum bisa ikhlas dan menjalani apa yang sudah ada tracknya.  Padahal intinya ketika lu udah usaha maksimal, yaudah berharap aja sama Allah, berdoa. Sudah! Sesimple itu sodara.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim no. 2653


Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/10276-tak-perlu-khawatir-dengan-rezeki.html

Komentar